Pengertian Alasan dan Sebab :
- Alasan merupakan pemikiran atau penjelasan yang bisa dibilang belum tentu benar.
- Sebab merupakan penjelasan yang bisa dianggap atau dinyatakan tepat dan benar.
Perbedaan antara Alasan dan Sebab :
- Alasan belum tentu benar dan tepat.
- Sebab dapat dinyatakan kebenarannya.
Contoh Alasan dan Sebab :
- Alasan : Seorang mahasiswa yang terlambat datang ke kampus memberikan alasan ke Dosen bahwa dia terlibat macet di jalan, padahal penjelasan atau alasan tersebut belum tentu benar dan tepat pada kenyataannya.
- Sebab : Sebuah mobil mengalami kecelakaan, hal ini disebabkan karena pengemudi dalam keadaan mengantuk. Hal ini merupakan penjelasan yang tepat dan benar.
“Boleh ada berjuta sebab kita gagal, tapi tidak satupun boleh jadi alasan.”
Kata-kata di atas adalah salah satu quote favorit saya dari Rudyard Kipling, penulis terkenal yang salah satu karya legendarisnya adalah “The Jungle Book”. Juragan sekalian pasti sudah pernah baca buku atau komiknya, atau yang lebih pasti lagi nonton film kartunnya waktu masih kecil dulu.
Seringkali sebagai manusia, gampang sekali kita membuat alasan. Segala hal bisa jadi alasan. Gara-gara bergadang nonton bola, “Bangun kesiangan” jadi alasan sehingga terlambat masuk kantor. Pekerjaan tidak selesai dan tertunda-tunda terus,” Terlalu sibuk” jadi alasan. Kartu kredit kena denda karena belum bayar tagihan “Lupa” jadi alasan.
Memang beda sebab dan alasan itu tipis, segala sesuatu memang ada penyebabnya, tetapi apakah itu bisa menjadi alasan? Alasan adalah semacam pembenaran kenapa kita “tidak” melakukan atau gagal mencapai sesuatu. Dengan mempunyai alasan, kita seakan-akan tidak bersalah atau tidak bertanggung jawab kenapa kita gagal, bahwa kegagalan itu di luar kontrol kita. Kita bisa menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan, pokoknya segala sesuatu untuk “memaklumi” kegagalan tersebut. Nah, kalau kita membiasakan diri untuk selalu punya alasan (“Adaaa aja alasannya.”) secara tidak sadar kita menjadi orang yang selalu menghindar dari tanggung jawab dan kesuksesan juga akan menjadi semakin lebih susah dicapai.
Quote dari Rudyard Kipling di atas mengingatkan saya kembali bahwa kegagalan itu memang sesuatu yang pasti kita alami di hidup ini, tetapi apapun penyebabnya, kegagalan tetaplah sebuah kegagalan. Jadi alih-alih mencari alasan kenapa gagal, saya terpacu untuk menerima kegagalan itu apa adanya, dan berusaha untuk memperbaiki diri sehingga tidak terulang untuk kedua kalinya.
Jadi kalau menurut saya, SEBAB itu awal mula dari akibat, tetapi sebab juga bersifat apa adanya dan tidak membenarkan ataupun menyalahkan. ALASAN biasanya muncul setelah akibat, dan sifatnya subjektif karena membenarkan orang yang membuat alasan dan menyalahkan keadaan.
Gimana menurut teman sekalian? Apa beda sebab dan alasan?

